Jasa Kursus Buat Website Muara Tabir Muara Tabir

Jasa Kursus Buat Website Bisnis Online Muara Tabir Telfon 081388273635

Cara Menggunakan Pixle Editor Kelas Belajar Internet Marketing Untuk Bisnis

Panduan Memulai Bisnis Online bagi Pemula

Setidaknya, ada tujuh langkah penting dalam panduan memulai bisnis online bagi pemula, yaitu:

  1. Pahami masalah yang dihadapi pasar

  2. Menilai apa yang dilihat konsumen dari kompetitor

  3. Analisis preferensi atau ketertarikan konsumen

  4. Riset pasar

  5. Mulai mengembangkan ide

  6. Digitalisasi bisnis

  7. Merawat bisnis

Jenis Bisnis Online

Sebelum memulai panduan memulai bisnis online ini, ada baiknya jika kamu mengetahui beberapa jenis bisnis online yang bisa kamu lakukan dari rumah. Tujuannya, agar kamu dapat menentukan jenis bisnis seperti apa yang akan kamu jalankan.

  • Menjual produk sendiri

    Jenis yang satu ini dapat kamu lakukan jika kamu mempunyai modal dan peralatan yang memadai untuk produksi. Setelah itu, produk buatanmu dapat dijual melalui beberapa platform berjualan yang akan dibahas di bawah ini. Tapi, pertimbangkan pula untuk menyimpan dan menghitung bahan produksi atau stok barang yang sudah siap dijual.

  • Menjadi pengiklan melalui website

    Jika tak mau repot menampung produk atau karena budget-mu terbatas, manfaatkan website-mu. Buat kerja sama dengan produk atau brand yang relevan, lalu promosikan produk mereka melalui artikel yang mengarahkan ke produk partner yang biasanya menggunakan kode voucher khusus. Nantinya, keuntunganmu didapat dari seberapa banyak kode voucher yang digunakan oleh pengunjung website-mu. Inilah yang biasa disebut dengan affiliate marketing.

  • Menjual dengan sistem dropship

    Meski sama-sama tak menyimpan produk yang dijual, namun sistem dropship berbeda dengan affiliate marketing. Pasalnya, dengan sistem dropship berarti kamu berinteraksi langsung dengan calon pembeli dan supplier. Nantinya, produk tersebut akan dikirimkan menggunakan namamu. Ibaratnya, kamulah yang menjembatani kedua pihak ini.

  • Menjadi reseller

    Tak berbeda jauh dari dropship, menjadi reseller juga berhubungan langsung dengan pembeli dan supplier. Bedanya, jika menjadi reseller kamu harus menyimpan stok barang sendiri. Sistem ini bisa kamu jalankan jika kamu mempunyai banyak modal tapi tidak memiliki produk sehingga kamu membeli produk dari supplier dengan harga grosir dan menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi.

Namun, apa pun jenis bisnismu, kamu harus tetap memahami bagaimana cara memasarkan produk secara digital agar kamu dapat memulai bisnis online dengan lebih efektif.

  1. Pahami masalah yang dihadapi pasar

Sebelum menentukan produk apa yang akan kamu tawarkan, terlebih dulu kamu harus memahami apa yang sedang terjadi saat ini dan apa dampaknya terhadap pasar. Misalnya, masalah apa yang dihadapi pasar akibat pandemi? Bagaimana respon pasar terhadap fenomena ini? Setelah itu, perhatikan dan pelajari apa yang selanjutnya dibutuhkan oleh pasar.

Namun, jika kamu sudah mempunyai produk untuk dijual, pahami bagaimana mengembangkan produkmu agar tetap dibutuhkan oleh pasar. Misalnya jika kamu mempunyai bisnis makanan ringan, mungkin kamu bisa menyelipkan hashtag #dirumahaja dan menyediakan layanan pesan antar agar (delivery) pembelimu tak perlu keluar rumah.

  1. Menilai apa yang dilihat konsumen dari kompetitor

Selanjutnya, kenali siapa saja kompetitormu, yaitu bisnis sejenis dengan produk yang sama atau mirip denganmu. Kamu bisa memulainya dengan mengecek website atau akun media sosial mereka dan menilai bagaimana mereka menempatkan diri di hadapan konsumen. Pelajari pula market positioning-nya, yaitu image seperti apa yang ditampilkan konsumen dan apa pesan iklan yang ingin ditujukan bagi konsumen.

Setelah itu, ketahui apa kelebihan yang kompetitormu tawarkan agar kamu juga dapat menentukan apa keunggulan yang bisa kamu berikan kepada target konsumen, alias Unique Selling Point (USP). USP bisa berasal dari fitur, nilai (value), layanan, dan kualitas bahan yang kamu gunakan. Ketika menentukan USP, carilah faktor spesial dari bisnismu yang tak bisa ditiru oleh kompetitor.

  1. Analisis preferensi atau ketertarikan konsumen

Setelah memahami masalah yang dialami pasar dan mengenali kompetitor hingga menentukan keunggulanmu, sekarang saatnya “mengembalikan” penilaian kepada konsumen. Apakah yang kira-kira disukai oleh konsumen dari produk atau layanan yang kamu tawarkan? Kamu bisa melakukan analisis preferensi ini dengan meminta testimoni atau pendapat dari orang-orang di sekitarmu terkait produk atau jasa yang kamu tawarkan, akan lebih baik lagi jika kamu menemukan orang dengan masalah serupa dengan yang dialami pasar.

  1. Riset pasar

Usai menganalisis preferensi atau ketertarikan konsumen, panduan memulai bisnis online selanjutnya adalah melakukan riset pasar demi menemukan peluang berbisnis.

  • Tentukan demografi pasar

Kamu perlu menentukan beberapa faktor untuk pelanggan idealmu, faktor yang disebut dengan demografi ini meliputi hal-hal mendasar, seperti usia, jenis kelamin, tempat tinggal atau kota asal, pekerjaan, dan jika diperlukan, kamu juga bisa melakukan riset SES (Socio-Economic Status) alias jumlah pendapatan target pasar yang dibagi menjadi beberapa segmen, mulai dari A1, A2, B, dan seterusnya hingga segmen E. Tujuannya, yaitu agar kamu dapat menentukan berapa harga cocok jika dilihat dari kualitas produkmu dan dibandingkan dengan status sosio-ekonomi target pasar.

  • Kenali psikografi target konsumen

Tidak kalah penting, psikografi atau identifikasi ketertarikan (interest) seseorang terhadap sesuatu juga perlu kamu pahami. Sebab, psikografi dapat digunakan untuk memprediksi tindakan calon konsumen sehingga dapat memengaruhi seberapa efektif iklan kamu yang jalankan agar mampu menarik calon konsumen untuk melakukan pembelian. Beberapa faktor psikografi yang dapat mengklasifikasi target konsumenmu adalah keyakinan, nilai, sikap, minat, dan gaya hidup.

Contoh sederhana, jika kamu menjual produk kecantikan untuk target berusia 20-45 tahun, kamu akan menggunakan media beriklan yang berbeda untuk target berusia 20-30 dan 30-45 tahun, sesuai media apa yang sering mereka gunakan, ‘kan?

  1. Mulai mengembangkan ide

Usai memahami masalah yang dihadapi pasar hingga melakukan riset terhadap target pasarmu, sekaranglah waktunya mengeksplorasi kreativitasmu dalam berbisnis. Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan demi mengembangkan ide untuk bisnismu.

  • Tentukan jenis produk apa yang dijual

    Ada dua jenis produk yang bisa kamu tawarkan untuk konsumen, yaitu dalam bentuk barang dan jasa. Jenis produk barang juga terbagi menjadi dua, yaitu barang fisik atau barang non fisik alias digital, seperti ebook, aplikasi, kelas online, atau software.

    Di sisi lain, produk jasa bisa dalam bentuk jasa fotografi, endorsement, pembuatan iklan untuk brand, atau produk jasa kecantikan seperti tata rias (make up), pemasangan bulu mata palsu hingga nail art.

  • Membuat buyer persona

    Setelah menentukan demografi dan psikografi pasar, sekarang kamu dapat melakukan tindakan lanjutan untuk menentukan, kira-kira seperti apakah jenis konsumen ideal yang kamu targetkan untuk membeli atau menggunakan produkmu. Melalui langkah ini, kamu juga dapat mengetes, apakah produkmu sudah cukup menjawab kebutuhan pasar.

    Selain melakukan riset pasar, ada beberapa faktor lain yang dapat kamu tentukan untuk membuat sebuah buyer persona, yaitu:

    • Temukan pain point. Setelah mengetahui apa masalah yang dihadapi pasar, sekarang kerucutkan masalah atau hambatan yang dialami calon konsumen untuk mencapai sesuatu yang mereka inginkan. Kamu bisa mendiskusikan hal ini dengan rekan bisnismu saat brainstorming, atau analisis sentimen dari media sosial.
    • Identifikasi goals. Jika pain point berguna untuk menemukan masalah pasar saat kamu memulai bisnis online, goals berfungsi untuk menentukan solusi apa yang perlu dilakukan. Goals atau tujuan ini bisa dalam bentuk tindakan positif yang dilakukan oleh konsumen untuk menangani pain point mereka.
    • Peran brand-mu. Jawaban untuk pain point dan goals sudah didapat, inilah saatnya brand-mu mengambil peran untuk membantu konsumen memenuhi goals yang mereka inginkan. Pelajari apa yang kira-kira bisa diberikan oleh brand-mu agar dapat bermanfaat bagi calon konsumen. Kamu bisa menambahkan nama, usia, tempat tinggal, atau bahkan status perkawinan jika diperlukan.
    • Digitalisasi bisnis

      Oleh karena itu, kamu perlu mempertimbangkan untuk membawa bisnismu ke online yang dapat diawali dengan melakukan beberapa langkah berikut.

      Tentukan platform penjualan
      Ada tiga platform digital yang perlu kamu ketahui karena cukup efektif digunakan untuk berbisnis online, yaitu:

      Marketplace: aplikasi atau website yang menjadi media penjualan untuk produkmu, seperti Tokopedia, Shopee, dan sejenisnya.
      Media sosial: beberapa pemilik bisnis online seringkali menjual produk mereka di media sosial. Selain itu, beberapa brand juga menggunakan platform ini untuk membangun brand image dan berinteraksi langsung dengan audiens.
      Website: ini adalah platform paling menguntungkan yang bisa kamu gunakan karena terlihat lebih profesional dan kredibel. Mengingat website menawarkan profesionalitas, kamu bisa memanfaatkannya untuk membangun brand image. Selain itu, platform ini juga cocok dimanfaatkan sebagai e-commerce yang memungkinkan pembeli melakukan pembelian langsung dari website.
      Gunakan Google Bisnisku untuk membuat profil bisnis
      Profiling atau membuat profil bisnis juga penting untuk kelangsungan brand-mu. Salah satu media yang bisa kamu gunakan adalah Google My Business atau Google Bisnisku. Jika kamu pernah mencari suatu tempat makan, toko baju, atau bisnis lainnya melalui Google

mentor bisnis online di indonesia

Setelah menentukan produk hingga mengetahui platform penjualan digital, inilah saatnya membawa bisnismu ke tingkat yang lebih lanjut. Mengingat kini semua serba tanpa-kontak (contactless), pada akhirnya pandemi turut memaksa bisnis untuk beralih ke digital agar tetap dapat bersaing. Oleh karena itu, kamu perlu mempertimbangkan untuk membawa bisnismu ke online yang dapat diawali dengan melakukan beberapa langkah berikut.

Tentukan platform penjualan
Ada tiga platform digital yang perlu kamu ketahui karena cukup efektif digunakan untuk berbisnis online, yaitu:

Marketplace: aplikasi atau website yang menjadi media penjualan untuk produkmu, seperti Tokopedia, Shopee, dan sejenisnya.
Media sosial: beberapa pemilik bisnis online seringkali menjual produk mereka di media sosial. Selain itu, beberapa brand juga menggunakan platform ini untuk membangun brand image dan berinteraksi langsung dengan audiens.
Website: ini adalah platform paling menguntungkan yang bisa kamu gunakan karena terlihat lebih profesional dan kredibel. Mengingat website menawarkan profesionalitas, kamu bisa memanfaatkannya untuk membangun brand image. Selain itu, platform ini juga cocok dimanfaatkan sebagai e-commerce yang memungkinkan pembeli melakukan pembelian langsung dari website.
Gunakan Google Bisnisku untuk membuat profil bisnis
Profiling atau membuat profil bisnis juga penting untuk kelangsungan brand-mu. Salah satu media yang bisa kamu gunakan adalah Google My Business atau Google Bisnisku. Jika kamu pernah mencari suatu tempat makan, toko baju, atau bisnis lainnya melalui Google dan menemukan informasi seperti gambar di bawah ini, itu adalah hasil profiling menggunakan Google Bisnisku.

Identitas bisnismu tidak akan lengkap tanpa adanya website yang menjadi salah satu platform berbisnis online paling efektif. Disebut paling efektif, karena kamu dapat memanfaatkan website untuk berbagai hal, seperti:

Membuat landing page. Menurut Natasha Virginia (Chief Marketing Officer di Pincspace) pada salah satu webinar Dewatalks, ketika menciptakan brand image untuk sebuah bisnis, setidaknya website dengan satu landing page saja sudah cukup. Tapi tantangannya, kamu harus dapat membuat tampilan sedemikian rupa sehingga pengunjung memahami identitas bisnismu.
Membuat katalog online. Kamu juga dapat memanfaatkan website bisnismu untuk menampilkan katalog online yang sekaligus dapat mengarahkan mereka ke pembelian sehingga pengunjungmu dapat melakukan pembelian langsung dari informasi yang ada.
Menjadikan toko semakin fleksibel. Saat memulai bisnis online, jangan jadikan lokasi dan waktu sebagai penghalngmu. Ya, tokomu tidak lagi terbatas oleh jam kerja, karena kini pengunjung dapat melakukan pembelian kapan pun dari website-mu. Selain itu, akan lebih menguntungkan jika kamu dapat melakukan pengiriman hingga ke luar negeri.
Membuat email profesional. Email yang dimaksud adalah email dengan akhiran nama domainmu, misalnya jika kamu mempunyai website cs@hemathappy.com Selain terlihat lebih profesional, kamu juga bisa membuat email newsletter untuk menginformasikan promo atau produk baru dari tokomu. Ketahui cara membuat email dengan akhiran nama domainmu dari artikel: Cara Membuat Email dengan Domain Sendiri.
Menciptakan brand image. Jika media sosial membatasi tampilan untuk brand image-mu, lain halnya dengan website. Tapi, kamu juga perlu berhati-hati, menurut Sweor.com, 38% pengguna internet akan berhenti berinteraksi dengan website yang mempunyai desain layout (atau konten) yang tidak menarik. Jadi, buatlah website-mu semenarik mungkin untuk brand-mu, ya!
Membuat blog. Salah satu cara ampuh yang bisa kamu andalkan untuk menaikkan peringkat website bisnismu adalah dengan membuat blog. Pasalnya, membuat blog dengan topik yang relevan dan menggunakan kata kunci yang cocok dengan bisnismu bisa membuat Google semakin memahami seperti apa identitas brand bisnis onlinemu, inilah yang disebut dengan SEO. Kita akan sedikit membahas tentang SEO di poin selanjutnya.
Memasarkan bisnis kamu secara global. Ada lebih dari 100 milyar pencarian di Google setiap bulannya dan dengan memiliki website, bisnis online kamu punya peluang untuk muncul di Google Search dan dikenal secara global. Pastikan website kamu teroptimasi secara SEO on-page dan off-page juga (lihat penjelasan di bawah).
Gunakan media beriklan online
Kalau kamu memang mempunyai modal berlebih, kamu bisa menggunakan jasa periklanan digital, meskipun sebenarnya kamu bisa mempelajari cara beriklan sendiri. Ada beberapa media beriklan online yang bisa kamu pelajari untuk digunakan sebagai media mengiklankan bisnis, yaitu Google Ads, Instagram, dan Facebook Ads

 

Setelah menentukan produk hingga mengetahui platform penjualan digital, inilah saatnya membawa bisnismu ke tingkat yang lebih lanjut. Mengingat kini semua serba tanpa-kontak (contactless), pada akhirnya pandemi turut memaksa bisnis untuk beralih ke digital agar tetap dapat bersaing. Oleh karena itu, kamu perlu mempertimbangkan untuk membawa bisnismu ke online yang dapat diawali dengan melakukan beberapa langkah berikut.

Tentukan platform penjualan
Ada tiga platform digital yang perlu kamu ketahui karena cukup efektif digunakan untuk berbisnis online, yaitu:

Marketplace: aplikasi atau website yang menjadi media penjualan untuk produkmu, seperti Tokopedia, Shopee, dan sejenisnya.
Media sosial: beberapa pemilik bisnis online seringkali menjual produk mereka di media sosial. Selain itu, beberapa brand juga menggunakan platform ini untuk membangun brand image dan berinteraksi langsung dengan audiens.

Website: ini adalah platform paling menguntungkan yang bisa kamu gunakan karena terlihat lebih profesional dan kredibel. Mengingat website menawarkan profesionalitas, kamu bisa memanfaatkannya untuk membangun brand image. Selain itu, platform ini juga cocok dimanfaatkan sebagai e-commerce yang memungkinkan pembeli melakukan pembelian langsung dari website.
Gunakan Google Bisnisku untuk membuat profil bisnis. Profiling atau membuat profil bisnis juga penting untuk kelangsungan brand-mu. Salah satu media yang bisa kamu gunakan adalah Google My Business atau Google Bisnisku. Jika kamu pernah mencari suatu tempat makan, toko baju, atau bisnis lainnya melalui Google

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
error: Content is protected !!
Open chat
1
Mau Kursus Bisnis Online dan Private Mentor ? Kirim Format Dengan Pesan WA ;
Nama: .............
Asal Kota :..................
Alamat Email :.............
Nama Usaha Anda :................
Pertanyaan Anda :.....................